Hyundai Motor Group (HMG) sedang mencari untuk memasuki segmen Advanced Air Mobility (AAM) di Indonesia dan telah mendirikan PoC untuk transportasi darat-udara di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur. Upaya ini adalah bagian dari usaha yang lebih luas untuk mengubah sistem transportasi perkotaan terutama untuk kebangkitan Nusantara di Kalimantan Timur.
Sejalan dengan itu, PoC Hyundai adalah untuk membuktikan bahwa AAM mungkin dan dapat menjadi sarana transportasi masa depan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana penerbangan dan sarana transportasi lainnya dikoordinasikan untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien. Ini juga sejalan dengan misi Hyundai’ untuk mendiversifikasi transportasi dengan mengintegrasikan AAM dengan sistem transportasi yang ada.
Cheolung Kim, Petugas Pengembangan Bisnis AAM dari Divisi AAM HMG menyatakan bahwa AAM bukan hanya kemajuan teknologi pesawat tetapi juga sistem kerjasama menyeluruh di industri penerbangan. Untuk ekosistem AAM masa depan, Hyundai akan terus membangun kemitraan dengan pemerintah Indonesia dan institusi-institusi.
Aspek penting dari PoC ini adalah pengembangan solusi MaaS terintegrasi yang dirancang untuk pasar Indonesia. Platform ini menggabungkan sistem pemesanan dan pembayaran untuk layanan mobilitas darat-udara yang memberikan manfaat kepada pelanggan dan operasional. Dalam solusi mobilitas terpadu ini, platform layanan mobilitas Shuckle yang memiliki fitur permintaan responsif, sangat penting.
Dalam keberhasilan yang luar biasa, HMG menerbangkan penerbangan eksperimen luar negeri pertamanya menggunakan demonstrator teknologi OPPAV-AAM yang dibangun bersama dengan Institut Penelitian Dirgantara Korea. Ini menegaskan upaya Hyundai untuk menerapkan kemampuan elektrifikasi yang diperoleh di industri otomotif untuk merancang powertrain listrik bagi AAM.
Perusahaan ini juga menerapkan teknologi Distributed Electric Propulsion, yang dapat memastikan keselamatan karena penggerak independen dari beberapa motor dan baterai. Teknologi ini menegaskan komitmen Hyundai terhadap keselamatan dan keinginannya untuk inovasi dalam usaha AAM.
Dengan lebih dari 18.000 pulau di kepulauan ini dan sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menyajikan peluang unik bagi AAM. Dengan populasi yang muda dan tumbuh cepat serta ekonomi yang dinamis, ini sangat cocok untuk beradaptasi dengan mobilitas udara canggih. Inisiatif Hyundai sejalan dengan visi Indonesia untuk kepemimpinan dalam transportasi inovatif dan berkelanjutan.


















































