Penjualan mobil hidrogen global tetap menurun selama dua tahun terakhir, dengan level terendahnya dicapai pada tahun 2024. Meski demikian, Toyota tetap optimis dengan masa depan mobil hidrogen dan gencar mengejar peluang, termasuk rumor rencana peluncuran Toyota Mirai di Indonesia sebelum tahun 2030.
Baca juga: Indonesia Luncurkan Roadmap Hidrogen, Toyota Menyambutnya!
Penjualan Mobil Hidrogen Global Turun pada tahun 2024
Pada tahun 2024 hingga Januari hingga Desember, penjualan mobil hidrogen global turun menjadi 12.866 unit , turun 21,6% dari tahun 2023 sebesar 16.413 unit.
Apa yang telah mencapai puncaknya pada tahun 2022 sebesar 20.704 unit telah menurun sejak saat itu dan artinya pasar untuk kendaraan ini masih sangat menantang.
Tanggapan Toyota: Tetap di Jalur
Indra Chandra Setiawan, Engineering Management Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengkonfirmasi penurunan penjualan baru-baru ini namun tetap optimis. Dia yakin masih ada peluang untuk kendaraan hidrogen, seperti yang terlihat pada masa-masa awal mobil listrik.
‘Ya, memangbenar, data menunjukkan telah terjadi perlambatan penjualan,’ kata Indra saat sesi di Karawang, Jawa Barat.
Dia merinci bahwa kesuksesan kendaraan listrik (EV) adalah kisah skala. Pada awalnya harga baterai lebih dari $1.000 per kWh yang sangat tinggi, tetapi kami telah melihat penurunan harga yang besar dalam beberapa tahun terakhir khususnya dengan diperkenalkannya baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) di luar China. Baterai ini yang menggunakan besi sebagai bahan dasarnya dibandingkan dengan nikel, mangan, dan kobalt telah menurunkan harganya menjadi $100 per kWh.
Baca juga: Masa Depan Mobil Hidrogen di Indonesia: Ribuan Diharapkan pada tahun 2030
Hidrogen Masih Menghadapi Biaya Tinggi
Indra mengaku harga bahan bakar hidrogen tetap mahal, yang berkontribusi terhadap perlambatan penjualan saat ini. Namun, Toyota tidak menyerah dan beralih ke strategi alternatif, seperti berfokus pada kendaraan hidrogen tugas berat untuk transportasi komersial-segmen di mana hidrogen mungkin terbukti lebih efektif daripada baterai.
‘Jika satu jalan buntu, kita cari jalan lain. Teknologinya-tumpukan sel bahan bakar-adalah sama. Jadi kita bisa beralih ke hidrogen untuk penggunaan tugas berat,’ tambah Indra.
Toyota Mirai: Tiba di Indonesia Sebelum 2030
Toyota Indonesia belum menghalangi pengenalan mobil hidrogen di dalam negeri. Bahkan, ada rencana untuk menyediakan Toyota Mirai -sedan hidrogen terlaris mereka-di Indonesia pada tahun 2030 atau lebih awal.
Hal ini sejalan dengan kepentingan pemerintah untuk membangun infrastruktur hidrogen dan melengkapi aspirasi nasional akan pengganti energi yang lebih bersih.
Key Highlights
- Global hydrogen car sales dropped 21.6% in 2024 to 12,866 units.
- Peak sales occurred in 2022 with 20,704 units, then declined.
- Toyota remains committed to hydrogen despite falling demand.
- Battery prices dropped due to China’s LFP battery tech, reducing EV costs.
- Hydrogen fuel is still expensive, slowing its growth.
- Toyota is exploring hydrogen for heavy-duty transport as an alternative market.
- Toyota Mirai could launch in Indonesia before 2030.
Baca juga: Indonesia Akan Meluncurkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen Pertamanya
Kesimpulan
Meski penjualan mobil hidrogen global turun, Toyota tetap meyakini potensi teknologi hidrogen. Dengan perkembangan yang berkelanjutan dan fokus pada aplikasi tugas berat, mobil hidrogen -seperti Toyota Mirai -masih dapat memiliki masa depan di Indonesia pada tahun 2030.


















































