Industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan signifikan pada paruh pertama tahun 2024, dengan penjualan kendaraan mengalami penurunan yang cukup besar. Meskipun menghadapi kesulitan ini, ada tanda-tanda potensi pemulihan seiring industri menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi dan perilaku konsumen yang berubah. Laporan ini memberikan pandangan mendalam tentang volume penjualan terbaru, pemain kunci pasar, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pasar otomotif di Indonesia.
Pada bulan Juni 2024, penjualan kendaraan Indonesia tercatat mencapai 72.936 unit, mencatat penurunan sebesar 11,8% dibandingkan dengan Juni 2023. Penurunan ini dilaporkan oleh Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO).
Sorotan Utama:
- Toyota: Naik 2,7% y/y menjadi 25.464 unit (34,9% pangsa pasar).
- Daihatsu: Turun 17,4% menjadi 14.967 unit (20,5% pangsa pasar).
- Honda: Turun 34,1% menjadi 7.618 unit (10,4% pangsa pasar).
- Mitsubishi: Naik 17,6% menjadi 6.470 unit (8,9% pangsa pasar).
- Suzuki: Turun 41,5% menjadi 4.584 unit (6,3% pangsa pasar).
Untuk paruh pertama tahun 2024, penjualan menurun sebesar 19,4% menjadi 408.012 unit. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut meliputi perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga, dan menurunnya daya beli. Meskipun menghadapi tantangan ini, GAIKINDO tetap optimis mengenai pemulihan pasar, didukung oleh Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan pada paruh kedua tahun ini.
Penjualan Indonesia Turun 13,3% menjadi 71.263 di bulan Mei
Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) melaporkan bahwa penjualan kendaraan Indonesia pada Mei 2024 adalah 71.263 unit, menandai penurunan 13,3% dibandingkan dengan Mei 2023.
Sorotan Utama:
- Toyota: Turun 16,7% y/y menjadi 23.482 unit (33,0% pangsa pasar).
- Daihatsu: Turun 6,4% menjadi 14.983 unit (21,0% pangsa pasar).
- Honda: Turun 34,6% menjadi 7.294 unit (10,2% pangsa pasar).
- Mitsubishi: Naik 22,0% menjadi 6.976 unit (9,8% pangsa pasar).
- Suzuki: Turun 9,6% menjadi 5.762 unit (8,1% pangsa pasar).
Untuk periode Januari-Mei 2024, penjualan turun sebesar 21,0% menjadi 334.969 unit. Faktor-faktor yang mempengaruhi termasuk permintaan konsumen yang rendah dan suku bunga tinggi. Meskipun demikian, GAIKINDO tetap berharap akan pemulihan pasar, memproyeksikan target 1,1 juta unit untuk tahun 2024, tergantung pada penyesuaian.
Penjualan Indonesia Turun 17,5% menjadi 48.637 di bulan April
Pada April 2024, penjualan kendaraan Indonesia tercatat 48.637 unit, menandai penurunan 17,5% dibandingkan dengan April 2023. Penurunan ini dipengaruhi oleh lebih sedikit hari operasi di pabrik dan dealer karena festival Islam Lebaran.
Sorotan Utama:
- Toyota: Turun 29,4% y/y menjadi 15.201 unit (31,3% pangsa pasar).
- Daihatsu: Turun 12,0% menjadi 9.481 unit (19,5% pangsa pasar).
- Suzuki: Naik 6,8% menjadi 4.986 unit (10,3% pangsa pasar).
- Honda: Turun 6,9% menjadi 4.611 unit (9,5% pangsa pasar).
- Mitsubishi: Turun 34,7% menjadi 4.006 unit (8,2% pangsa pasar).
Untuk periode Januari-April 2024, penjualan menurun sebesar 22,8% menjadi 263.706 unit.
Penjualan kendaraan Indonesia untuk Maret 2024.
Menurut Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) dan sumber lainnya, penjualan kendaraan berjumlah 74.724 unit, mengalami penurunan 26,2% dibandingkan dengan Maret 2023.
Poin-poin penting meliputi:
- Penjualan Toyota turun 28,3% year-on-year menjadi 21.142 unit, dengan 28,3% pangsa pasar.
- Penjualan Daihatsu turun 16,8% menjadi 16.552 unit, dengan 22,2% pangsa pasar.
- Honda mengalami penurunan penjualan sebesar 37,3% menjadi 10.572 unit, dengan pangsa pasar 14,1%.
- Penjualan Suzuki turun 20,9% menjadi 6.670 unit, mewakili pangsa pasar 8,9%.
- Penjualan Mitsubishi menurun sebesar 12,8% menjadi 6.153 unit, dengan pangsa pasar 8,2%.
Untuk periode Januari hingga Maret 2024, penjualan keseluruhan turun 23,9%, berjumlah total 215.069 unit. Meskipun terjadi penurunan, GAIKINDO menetapkan target penjualan sebesar 1,1 juta unit untuk tahun 2024 pada akhir Februari.
Penjualan kendaraan Indonesia untuk Februari 2024.
Menurut Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) dan sumber lain, penjualan mencapai 70.657 unit, turun 18,8% dibandingkan dengan Februari 2023.
Poin-poin penting meliputi:
- Penjualan Toyota turun 13,9% year-on-year menjadi 23.525 unit, mencapai pangsa pasar 33,3%.
- Penjualan Daihatsu menurun 7,2% menjadi 15.088 unit, dengan pangsa pasar 21,4%.
- Penjualan Honda turun 36,8% menjadi 9.081 unit, mewakili pangsa pasar 12,9%.
- Mitsubishi mengalami penurunan penjualan sebesar 13,5% menjadi 5.994 unit, dengan pangsa pasar 8,5%.
- Penjualan Suzuki turun 32,7% menjadi 4.993 unit, dengan pangsa pasar 7,1%.
Penjualan keseluruhan dari Januari hingga Februari 2024 turun 22,6%, berjumlah total 140.274 unit. Ketua GAIKINDO, Jongkie Sugiharto, menilai sebagian penurunan ini karena kehati-hatian konsumen menjelang hasil pemilihan umum, yang memicu pengeluaran yang lebih sedikit. Meskipun awal tahun ini lamban, Jongkie optimis bahwa penjualan akan pulih pada Maret 2024 dan seterusnya.
Penjualan kendaraan Indonesia untuk Januari 2024.
Menurut Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) dan sumber lainnya, penjualan kendaraan mencapai 69.619 unit, turun 26,1% dibandingkan dengan Januari 2023.
Poin-poin penting meliputi:
- Penjualan Toyota turun 27,6% year-on-year menjadi 20.988 unit, dengan pangsa pasar 30,1%.
- Penjualan Daihatsu turun 21,1% menjadi 14.363 unit, mewakili pangsa pasar 20,6%.
- Honda mengalami penurunan penjualan sebesar 46,7% menjadi 8.413 unit, dengan pangsa pasar 12,1%.
- Penjualan Mitsubishi turun 12,4% menjadi 6.962 unit, mencapai pangsa pasar 10,0%.
- Penjualan Suzuki turun 6,8% menjadi 6.138 unit, dengan pangsa pasar 8,8%.
Ketua GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, menyebutkan bahwa penurunan dalam penjualan mobil sebagian disebabkan oleh efek perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, suku bunga acuan yang tinggi dan inflasi menyebabkan beberapa konsumen menunda atau menghindari membeli kendaraan baru di awal tahun 2024. Meskipun menghadapi tantangan ini, GAIKINDO tetap yakin bahwa target penjualan mobil nasional sebesar 1,1 juta unit untuk 2024 masih dapat tercapai.


















































