Hyundai Motor Group, bekerja sama dengan LG Energy Solution, secara resmi mendirikan fasilitas produksi sel baterai kendaraan listrik (EV) besar di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan joint venture tersebut, Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, memainkan peran sentral dalam strategi elektrifikasi Hyundai di Asia Tenggara.
Baca juga: Tim Autoini Uji Coba Hyundai Ioniq 5 di PEVS 2025 Indonesia
Produksi Harian Mencapai 120.000 Sel Baterai
Menurut Ubaidah Jarrah dari Tim Professional Cell Technology di PT HLI Green Power, pabrik Karawang mampu memproduksi hingga 120.000 sel baterai per hari. Sel-sel ini adalah komponen penting dalam kendaraan listrik berbasis baterai (BEVs).
“Untuk HLI, kapasitas produksi adalah 120.000 sel per hari. Untuk satu Kona EV, diperlukan 216 sel,” kata Jarrah selama kunjungan ke fasilitas tersebut pada hari Rabu, 14 Mei 2025.
Produksi Lokal Sepenuhnya untuk Hyundai Kona EV

Salah satu manfaat utama dari fasilitas ini adalah produksi lokal Hyundai Kona EV. SUV listrik ini sekarang sepenuhnya diproduksi di Indonesia—dari sel baterai hingga perakitan kendaraan—membuatnya menjadi salah satu EV produk
Baca juga: Hyundai Memperkenalkan Teknologi Hybrid Generasi Berikutnya di Seoul
Ekspor ke Pasar Global
Sel baterai yang diproduksi di pabrik HLI Karawang tidak hanya digunakan secara domestik tetapi juga diekspor ke pasar kunci. Hyundai mengonfirmasi pengiriman dilakukan ke Korea Selatan dan India, memberi tenaga pada mobil listrik di bawah merek Hyundai dan Kia.
“Ekspor hanya untuk Hyundai Motor Company, termasuk merek Hyundai dan Kia Kia. Pengiriman ke Korea Selatan dan India,” tambah Jarrah.
Kapasitas Produksi Mencapai 10 GWh Per Tahun
Pabrik ini menggunakan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) dalam sel baterai ion litium. Saat ini kapasitas pabrik mencapai 10 GWh per tahun. Itu menghasilkan cukup untuk sekitar 150.000 mobil listrik setiap tahun.
Baca juga: Mengapa Hyundai Menarik Kembali Ioniq 5, Ioniq 6, dan Genesis G80 Mobil Listrik di Indonesia?
Kesimpulan
Pada pembukaan pabrik produksi baterai skala besar ini, Hyundai dan LG memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan EV global. Langkah ini mendukung pertumbuhan EV penggunaan domestik dan ekspor internasional. Ini menyoroti kebangkitan Indonesia di era mobilitas hijau.


















































