Penjualan sepeda motor di Indonesia selama triwulan I tahun 2025 mengalami penurunan tipis dari periode yang sama pada tahun 2024. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan grosir kumulatif Januari-Maret 2025 sebanyak 1.683.262 unit, atau turun 2,9% dari 1.735.090 unit yang terjual pada Q1 2024.
Baca juga: Pilih Oli Mesin yang Tepat untuk Motor Anda
Penjualan bulan Maret juga menurun
Pada Maret 2025 penjualan turun. Bulan itu kami melihat 541.684 unit turun 6,8% dari 581.684 unit bulan Februari. Penurunan bulan ini merupakan bagian dari tren penurunan yang pada gilirannya mencerminkan permintaan sepeda motor yang melemah di awal tahun.
Baca juga: Honda Menawarkan Diskon Besar Bulan April, Termasuk Sepeda Motor Listrik
Honda Masih Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Meski mengalami penurunan industri, PT Astra Honda Motor (AHM), pemain terdepan di segmen kendaraan roda dua Indonesia, tetap optimis. Menurut Octavianus Dwi Putro, Marketing Director AHM, perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan di Q1 2025.
‘Hingga kuartal I, kami perkirakan mengalami sedikit pertumbuhan sekitar 1,5% hingga 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,’ kata Octavianus saat jumpa pers di Jakarta pada 28 Maret 2025.
‘Pada Q1 tahun lalu, Honda menjual antara 1,1 juta hingga 1,6 juta unit. Tahun ini angkanya sedikit lebih tinggi,’ tambahnya.
Baca juga: Penjualan Motor Honda Naik 20% Saat Ramadhan
Ringkasan
Sementara pasar sepeda motor nasional mengalami penurunan pada Q1 2025, performa AHM yang stabil menyoroti dominasi merek yang berkelanjutan. Para pelaku industri akan mengamati dengan cermat kuartal-kuartal mendatang untuk melihat apakah permintaan pasar dapat pulih sepanjang sisa tahun ini.


















































