Indo Defense Exhibition 2025,pameran teknologi pertahanan dan militer terbesar di Indonesia diadakan di JIExpo Kemayoran dan menjadi kebanggaan nasionalisme — dengan beberapa masukan luar biasa dari PT Sentra Surya Ekajaya (SSE), produsen kendaraan taktis lokal.
SSE menghadirkan jajaran inovasi kendaraan militer terbarunya , termasuk tank ringan bertenaga hibrida, pengangkut personel lapis baja, dan kendaraan taktis canggih yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir.
Baca juga: Pindad Mobil: Bintang Baru di Industri Otomotif Indonesia
Sorotan Utama dari SSE di Indo Defense Exhibition 2025
- P6 ATAV (Kendaraan Serbu Segala Medan) Varian 3
- Dilengkapi dengan armor balistik STANAG 4569 Level 1
- Fitur Stasiun Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS) dan Sistem Deteksi Tembakan
- Kendaraan Pengintai P2 KM
- Dirancang untuk kemampuan manuver dan fleksibilitas yang tinggi
- Dapat mengangkut hingga 5 personel
- Kompatibel dengan berbagai instalasi sistem senjata untuk misi yang berbeda
- P2 Tiger APC (Pengangkut Personel Lapis Baja)
- Hasil kolaborasi dengan perusahaan pertahanan Prancis Texelis
- Dibangun di atas platform kendaraan 6×6 untuk meningkatkan daya tahan dan mobilitas
- Tangki Ringan P8-Konsep Hibrida
- Prototipe paling menarik di pameran
- Menampilkan Sistem Transmisi Hibrida Diesel-Listrik
- Memungkinkan mode listrik senyap ideal untuk misi siluman atau infiltrasi
- Menggunakan Sistem Track Karet, yang mengurangi kebisingan dan lebih ramah jalan
- Dilengkapi dengan
- Stasiun Senjata Kendali Jarak Jauh 30-40mm
- STANAG 4569 Perlindungan balistik level 2
- Sistem Peringatan Laser
- Sistem Deteksi Tembakan
- Sistem Radar
‘Tank ini dapat beroperasi dalam mode senyap dan sangat ideal untuk misi pengintaian atau infiltrasi. Ini merupakan hasil Litbang internal kami dan kolaborasi dengan Pussenkav,’ kata Eka Suryajaya, Direktur PT SSE.
Baca juga: MABI Motors Memperkenalkan Jip Militer Listrik ‘Birawa’ di PEVS 2025
Kolaborasi Strategis &MoU
Selain pameran kendaraan, SSE juga memperkuat kemitraan strategisnya melalui beberapa Nota Kesepahaman (MoU):
- Texelis (Prancis): Kolaborasi berkelanjutan pada kendaraan P2 Tiger 6×6
- KNDS (Prancis): Pengembangan Sistem Turret Anti-Drone untuk P2 Tiger
- MBDA: Pengembangan bersama Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek
- BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional): Kemitraan untuk mengoptimalkan kinerja tangki lampu hibrida
‘Industri pertahanan nasional siap menghadapi tantangan militer modern-tidak hanya dalam hal fungsionalitas tetapi juga dalam hal inovasi dan efisiensi,’ tambah Eka.
Baca juga: Chery Menjual Lebih Dari 1 Juta Mobil pada 2025, Indonesia Memainkan Peran Kunci
Kesimpulan
Kegiatan SSE di Indo Defense 2025 mencontohkan bahwasektor pertahanan dalam negeri dan otomotif Indonesia membuat kemajuan besar dalam mengembangkan industri dalam negerinya secara inovatif. Sorotan industri otomotifpada pengembangan tank hibrida dan kemitraan dengan para pemimpin global di sektor pertahanan menggambarkan komitmen yang jelas terhadap teknologi militer yang canggih, efisien, dan berkemampuan siluman. Indonesia sedang menuju mobilitas pertahanan yang siap secara global karena mereka dapat merangkul inovasi lokal dan berkolaborasi dengan panggung dunia global.


















































